Kepala Distrik Oudate Sampaikan Pihaknya Terbuka dengan Segala Kerjasama


 

          Berkaitan dengan kabar Ketua DPRK Waropen yang akan memanggil dua perusahaan raksasa sawit yang telah memperoleh ijin konsesi ratusan ribu hektar dari pemerintah di daerah Waropen. Pihak legislatif perlu mendapat pandangan yang berimbang bukan hanya dari satu pihak semata.

         

          Kepala Distrik Oudate yang merupakan bagian dari Kampung Botawa menyampaikan bahwa perusahaan-perusahaan pemilik hak konsesi masih dapat beroperasi secara terbuka di wilayah Oudate pesisir yang berada di bagian Kampung Lembah Fori. Kepala distrik berpandangan kampung Lembah Fori memiliki akses jalan umum yang memadai sehingga memudahkan perusahaan untuk beroperasi.

         

          Dengan demikian dapat disimpulkan dikemudian hari jika perusahaan pemilik konsesi memiliki sumber daya untuk membangun akses jalan umum dan penerangan, maka wilayah operasi dapat diperluas sesuai dengan hak konsesi yang dipegang.

 

          Kepala distrik juga menyampaikan kepada perwakilan perusahaan bahwa pada prinsipnya pihaknya tidak melarang perusahaan untuk beroperasi. Pihaknya memberikan saran kepada perusahaan untuk mengedepankan prinsip kekeluargaan kepada kepala distrik dan juga kepada para kepala kampung, seperti Kampung Botawa misalnya.

         

          Para tetua distrik berharap komunikasi kekeluargaan dan proses pembangunan sarana umum dapat dikedepankan agar menjadi pintu gerbang kerjasama komunikasi yang baik. Karena jika komunikasi yang tidak sesuai dapat ditangkap berbeda (miskomunikasi) yang dapat menyebabkan kekerasan dari masyarakat kepada karyawan perusahaan.

 

          Para tetua distrik terbuka dengan segala kerjasama, termasuk program-program strategis nasional dari pemerintah pusat.

         

          Program Strategis Nasional (PSN) yang dimaksud adalah Program Presiden Prabowo untuk memperluas konsesi lahan sawit di Papua. Kepala Negara berpandangan bahwa perluasan penanaman kelapa sawit di Papua merupakan bagian dari percepatan swasembada energi.

         

          Presiden memberikan arahan terkait hal ini pada Selasa (16/12/2025) di Istana Negara Jakarta yang dihadiri langsung oleh para walikota, bupati dan gubernur se-Papua. Presiden berharap pengembangan kelapa sawit sebagai pondasi swasembada energi nasional dapat dimulai dari Papua.

         

           

 

         

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama